PENTINGNYA MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI

  • 17/04/2021
  • Humas

PENTINGNYA MOBILISASI DINI

PADA PASIEN POST OPERASI

Narasumber : Novi Anggraini, S.Kep ( RSMH Palembang)

 

Dalam masa hospitalisasi, pasien sering memilih untuk tetap di tempat tidur sepanjang hari, meskipun kondisi mereka mungkin membolehkan untuk melakukan aktivitas atau pergerakan lain (Berger & Williams, 2006). Banyak pasien dirumah sakit yang harus menjalani imobilisasi, apakah harus tirah baring karena terapi atau karena penyakit yang diderita. Salah satunya adalah pasien yang telah menjalani prosedur operasi. Padahal hampir semua jenis pembedahan, setelah 2
4-48 jam pertama paska bedah, pasien dianjurkan untuk segera meninggalkan tempat tidur atau melakukan mobilisasi dini (Kozier et al, 2005).

 

Perawatan post operasi merupakan bentuk perawatan yang diberikan kepada pasien yang telah menjalani operasi pembedahan. Tujuan perawatannya adalah mengurangi komplikasi, meminimalkan nyeri, mempercepat penyembuhan, mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi, mempertahankan konsep diri dan mempersiapkan pulang, hal ini dilakukan sejak pasien masih di ruang pulih sadar (Arif, 2010)

 

PENGERTIAN MOBILISASI DINI

Mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologis.

Mobilisasi dini juga didefenisikan sebagai suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan pasien setelah beberapa jam post/pasca operasi.

 

TUJUAN MOBILISASI DINI POST OPERASI

Beberapa tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison (2004), antara lain:

1. Mempertahankan fungsi tubuh

2. Memperlancar peredaran darah

3. Membantu pernafasan menjadi lebih baik

4. Mempertahankan tonus otot

5. Memperlancar eliminasi alvi dan urine

6 Mempercepat proses penutupan jahitan operasi

7. Mengembalikan aktivitas tertentu, sehingga pasien dapat kembali normal

  dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.

8. Memberikan kesempatan perawat dan pasien berinteraksi atau

  berkomunikasi.

 

 

MANFAAT MOBILISASI DINI

Menurut Mochtar (2005), manfaat mobilisasi dini post operasi adalah

1. Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation. Dengan bergerak, otot-otot perut dan panggul akan kembali normal sehingga otot perutnya menjadi kuat kembali dan dapat mengurangi rasa sakit dengan demikian anak merasa sehat dan membantu memperoleh kekuatan, mempercepat kesembuhan, terutama penutupan luka jahitan. Faal usus dan kandung kencing lebih baik. Dengan bergerak akan merangsang peristaltic usus kembali normal. Aktifitas ini juga membantu mempercepat organ-organ tubuh bekerja seperti semula.

2. Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli, dengan mobilisasi sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan.

 

KERUGIAN BILA TIDAK MELAKUKAN MOBILISASI DINI POST OPERASI

Berikut beberapa kerugian bila tidak melakukan mobilisasi post operasi :

1. Penyembuhan luka menjadi lama

2. Menambah rasa sakit

3. Badan menjadi pegal dan kaku

4. Kulit menjadi lecet dan luka

5. Memperlama perawatan dirumah sakit

 

TAHAPAN MOBILISASI DINI POST OPERASI

Mobilisasi dini dilakukan secara bertahap berikut ini akan dijelaskan tahap mobilisasi dini antara lain :

1. Setelah operasi, pada 6 jam pertama pasien harus tirah baring dahulu. Mobilisasi dini yang bisa dilakukan adalah menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit, menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki

2. Setelah 6-10 jam, pasien diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan mencegah trombosis dan trombo emboli

3. Setelah 24 jam pasien dianjurkan untuk dapat mulai belajar untuk duduk d. Setelah pasien dapat duduk, dianjurkan pasien belajar berjalan.

  

REFERENSI

-Brunner&Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 1. Jakarta: EGC

-Beyer, Dudes (1997) The Clinical Practice Of Medical Surgical Nursing 2nd: Brown Co Biston

-Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan volume 2. Jakarta : EGC

 

(Doc Hukormas RSMH)


Komentar

Tinggalkan Komentar