Peran Rohaniawan di Rumah Sakit
Narasumber : Ardiansyah, SKM, S.Kep, MM
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ya, terjemahan surat An Nahl ayat 18 di atas mengingatkan kita bahwa banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita, yang tentunya tidak dapat kita hitung. Nikmat yang Allah berikan tidak hanya berupa kelapangan, sehat, sempat, islam, iman, senang, bahagia, gembira, kaya atau yang lainnya, akan tetapi ada juga nikmat dari Allah yg berupa kesedihan, sakit, kekurangan, dan lain sebagainya.
Kenapa Allah juga berikan kita nikmat berupa sakit? Nikmat sakit yang Allah berikan kepada seorang hamba bertujuan agar kita sebagai hamba Allah SWT senantiasa bersabar kuat dalam menghadapi ujian sakit dan kesedihan ini, sejauh mana manusia bisa bersabar. Jika nikmat sehat adalah cara Allah menguji syukur kita, maka nikmat sakit adalah cara Allah menguji sabar kita.
Saat kita sakit, apalagi jika harus dirawat inap, maka tentunya kita butuh seseorang yang bisa memberikan dorongan dan stimulus untuk percepatan kesembuhan kita. Selain keluarga sebagai pemberi semangat, tentunya dibutuhkan tenaga ahli (dokter dan perawat) yang mampu memberikan bimbingan, arahan, dan nasihat bagi pasien. Selain itu, terkadang kita juga butuh bimbingan rohani yang dilakukan oleh tenaga pembimbing rohani di rumah sakit.
Apa dan siapa itu pembimbing rohani (rohaniawan)? Disini kita akan coba membahas pembimbing rohani menurut agama Islam ya gaes
Rohani adalah kejiwaan dimana hakikat dari manusia yang terletak pada kejiwaannya (rohaniahnya). Orang yang bertugas memberikan rohani disebut rohaniawan. Rohaniawan adalah orang yang mementingkan kehidupan kerohanian dari pada yang lain atau orang yang ahli dalam bidang kerohanian.
Petugas rohaniawan adalah orang yang memberikan layanan rohani terhadap pasien dimana dalam instansi atau rumah sakit, dalam hal ini mereka sebagai rohaniawan muslim memberikan layanan rohani berdasarkan Alquran dan hadits. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian rohaniawan adalah orang yang mementingkan kehidupan kerohanian yang memberikan bantuan terhadap individu agar mampu selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat (Rahmadani, 2021)
Lalu apa tujuan pemberian bimbingan rohani bagi pasien yang sedang sakit?
Menurut Hidayati, 2014, tujuan bimbingan rohani adalah untuk memberikan bantuan kepada orang lain berupa nasihat, pendapat, atau petunjuk agar dirinya mampu menyembuhkan penyakit yang bersarang di dalam jiwanya, antara lain:
1. Menyadarkan penderita agar pasien dapat memahami dan menerima cobaan yang sedang dideritanya dengan ikhlas.
2. Ikut serta memecahkan dan meringankan problem kejiwaan yang sedang dideritanya.
3. Memberikan pengertian dan bimbingan penderita dalam melaksanakan kewajiban harian yang dikerjakan dalam Batasan kemampuannya.
4. Perawatan dan pengobatan dikerjakan dengan berpedoman tuntunan agama.
5. Menunjukkan perilaku dan bicara yang baik sesuai dengan kode etik kedokteran dan tuntunan agama
Pada dasarnya manusia menginginkan dirinya selalu sehat, baik sehat jasmani maupun rohani, karena orang yang sakit selalu dihadapkan pada perasaan ketidakpastian, yaitu timbulnya goncangan mental dan jiwanya mengenai penyakit yang dideritanya. Orang sakit dengan kondisi seperti itu sangat memerlukan bantuan yang tidak hanya bantuan fisik saja tetapi juga bantuan non fisik yang berupa bantuan spiritual atau bimbingan keagamaan.
Dengan bimbingan yang diberikan oleh rohaniawan, dalam menjalankan ajaran agama, maka akan sangat membantu perkembangan kesehatan pasien, paling tidak memberikan ketabahan dan kesabaran pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit dan segala cobaan yang dihadapinya. Untuk itulah dibutuhkan peran para rohaniawan untuk membimbing sesuai dengan tingkat situasi dan kondisi psikologis pasiennya.
Referensi :
- Rahmadani, Rizki, 2021, Implementasi Bimbingan Agama Rohaniawan Dalam Meningkatkan Kesiapan Mental Pasien Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Rumah Sakit Haji Medan, Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
- Hidayati, Nurul, 2014, Metode Bimbingan Rohani Islam di Rumah Sakit, journal IAIN Kudus Vol. 5 No. 2, Desember
Sumber gambar : https://mukisi.com/3866/peranan-layanan-pembinaan-rohani-bagi-kesembuhan-pasien-di-rumah-sakit/
DOC : PROMKES RSMH
Facebook
rsmh.co.id