RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Selamat datang di RSUP Dr. Mohammad Hoesin!

Solusi Kesehatan untuk Anda dan Keluarga

Akses layanan medis dan informasi rumah sakit dengan cepat dan mudah.

World Sepsis Day 2026 RSMH Palembang Pecahkan Rekor MURI Lewat Pelatihan BHD bagi Pelari

๐Ÿ‘ค Hukmas ๐Ÿ“… 14/09/2026 ๐Ÿ‘๏ธ 24

World Sepsis Day 2026, RSMH Palembang

Pecahkan Rekor MURI Lewat Pelatihan BHD bagi Pelari

 

 

 

Dalam rangka memperingati World Sepsis Day 2026, Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menggelar kegiatan Sepsis Run 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (13/9/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya para peserta yang mengikuti lomba lari dengan berbagai kategori jarak.

 

 

 

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Polda Sumatera Selatan serta sejumlah sponsor. Selain menjadi ajang olahraga dan kampanye kesehatan, Sepsis Run 2026 juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sepsis serta pentingnya kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.

 

 

 

Salah satu catatan penting dalam gelaran tersebut adalah keberhasilan RSMH Palembang memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) melalui kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan kategori jumlah peserta pelari marathon terbanyak.

 

 

Sekitar 800 peserta yang telah menyelesaikan lomba lari, baik pada jarak 5 kilometer maupun 10 kilometer, mengikuti pelatihan BHD. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari sekitar 40 instruktur BHD yang berasal dari RSMH Palembang.

 

 

 

Ketua Panitia Sepsis Run 2026, Dr. dr. Zulkifli, Spesialis Anestesi, menjelaskan bahwa pelatihan BHD bagi masyarakat awam, termasuk para pelari, pada prinsipnya memiliki dasar yang sama dengan pelatihan yang diberikan kepada tenaga kesehatan. Hal yang paling utama adalah memastikan keselamatan penolong dan korban, meminta bantuan kepada pihak yang berkompeten, serta sesegera mungkin melakukan tindakan pertolongan yang tepat.

 

 

 

Menurutnya, ketika seseorang menemukan korban yang membutuhkan pertolongan, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari bantuan. Setelah itu, apabila kondisi memungkinkan dan tempat kejadian aman, penolong dapat segera melakukan pijat jantung atau kompresi dada.

 

 

 

“Secara garis besar, pelatihan BHD untuk pelari marathon awam ini hampir sama dengan pelatihan untuk tenaga kesehatan, yaitu mengutamakan mencari bala bantuan ke pihak yang berkompeten dan sesegera mungkin melakukan pijat jantung dengan posisi yang tepat,” ujar Zulkifli. Ia menjelaskan, kompresi dada harus dilakukan dengan kecepatan sekitar 100 hingga 120 kali dalam satu menit. Namun, tindakan tersebut tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Penolong tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan ketika memberikan pertolongan.

 

“Yang tentu saja harus dilakukan di tempat yang aman, misalnya di pinggir jalan, jangan di tengah jalan,” katanya.

 

 

Hal lain yang menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut adalah pemahaman masyarakat awam mengenai pemberian napas bantuan. Zulkifli menjelaskan bahwa masyarakat yang tidak memiliki kompetensi atau pelatihan khusus tidak harus melakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut. Dalam kondisi tertentu, kompresi dada saja dapat dilakukan sambil menunggu bantuan dari tenaga yang lebih kompeten.

 

 

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka memperingati World Sepsis Day, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar.

 

 

 

Pemilihan pelari sebagai peserta pelatihan juga dinilai memiliki nilai strategis. Para pelari merupakan kelompok masyarakat yang aktif melakukan kegiatan fisik dan kerap mengikuti kegiatan olahraga dengan jumlah peserta yang besar. Dengan memberikan edukasi BHD kepada mereka, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan ketika terjadi kondisi darurat.

 

 

 

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kampanye mengenai sepsis tidak hanya berbicara tentang penanganan di rumah sakit, tetapi juga mengenai pentingnya respons cepat sejak kondisi kegawatdaruratan terjadi di masyarakat.

Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan pengenalan dan penanganan secara cepat. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda kegawatdaruratan serta pentingnya segera mencari pertolongan medis menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.

 

 

Melalui Sepsis Run 2026, pesan tersebut dikemas dalam kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan dalam kondisi darurat.

 

 

www.rsmh.co.id doc.suhaimihumas

×
Tanya Hoesin
Tanya Hoesin

Masukkan nama Anda untuk memulai chat...

IG @rsmhpalembang FB Facebook Web rsmh.co.id