Guide Imagery Dalam Pengobatan
Narasumber : Deny Gunawan, S.Kep.Ns, M.Kep, FISQua
Lalu apa saja tujuan dilakukannya guided imagery ?
Johnson JY menyebutkan bahwa Guided Imagery akan memberikan efek rileks dengan menurunkan ketegangan otot sehingga nyeri akan berkurang. Pasien yang melakukan guided imagery ini diharuskan berkonsentrasi terhadap imajinasi yang disukai dengan dipimpin oleh perawat. Guided Imagery ini diharapkan akan meningkatkan relaksasi pada pasien. Manfaat Imjinasi terpimpin sejak lama dikenal manusia dalam meningkatkan relaksasi terhadap gangguan fisik maupun mental.
Menurut Perry and Potter, imajinasi terpimpin memiliki efek relaksasi yang bermanfaat terhadap kesehatan seseorang antara lain :
a. Menurunkan nadi, tekanan darah dan pernapasan
b. Menurunkan ketegangan otot
c. Meningkatkan kesadaran global
d. Mengurangi perhatian terhadap stimulus lingkungan
e. Membuat tidak adanya perubahan posisi yang volunter
f. Meningkatkan perasaan damai dan sejahtera
g. Menjadikan periode kewaspadaan yang santai, terjaga dan dalam.
Menurut Snyder, Guided imagery merupakan salah satu metode relaksasi untuk mengkhayal tempat dan kejadian yang menyenangkan sehingga manfaat teknik ini sama dengan teknik relaksasi yang lainnya. Para ahli dalam bidang guided imagery menjelaskan bahwa imajinasi merupakan pengobatan yang efektif dalam mengurangi nyeri, kecemasan, menurunkan tekanan darah, mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh dalam mencegah berbagai macam penyakit. Guided imagery telah menjadi standar terapi untuk mengurangi kecemasan dan memberikan tindakan relaksasi pada orang dewasa atau anak – anak. Guided imagery ini dapat juga untuk menurunkan sensasi nyeri, susah tidur, dan menurunkan tekanan darah.
Prosedur Tindakan metode guided imagery dalam aplikasinya terhadap pasien memiliki prosedur yang berbeda-beda. Tetapi pada intinya, terapi ini diberikan kepada pasien untuk meningkatkan relaksasi. Keadaan rileks ini akan mengurangi kesadaran patologis fisik maupun mental pada pasien. Guided Imagery yang diberikan pada pasien harus didukung oleh keadaan intern dan ekstern. Keadaan yang intern yang mendukung lancarnya proses terapi ini adalah salah satunya pasien harus kooperatif dengan perawat, tidak mengalami gangguan pendengaran, dan mudah berkonsentrasi. Keadaan ekstern yang mendukung imajinasi terbimbing adalah lingkungan yang tenang, nyaman sehingga akan meningkatkan konsentrasi pada saat terapi berlangsung.
Demikianlah informasi yang dapat disampaikan terkait Guided Imagery, semoga bermanfaat buat kita semua.
Referensi :
Darmadi, M. N. F., Hafid, M. A., Patima, P., & Risnah, R. (2020). Efektivitas Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Post Operasi?: a Literatur Review. Alauddin Scientific Journal of Nursing, 1(1), 42–54. https://doi.org/10.24252/asjn.v1i1.16 615 Dwiswara Putri, N. (2015). Effectivity of Xanthones in Mangosteen’S Pericarp To Inhibiting Formation of Cancer Cells. J Majority, 4, 76.
Novarenta, A. (2013). Guided Imagery Untuk Mengurangi Rasa Nyeri Saat Menstruasi. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 01(2301–8267).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Manajemen Keselamatan Pasien. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Sumber foto : https://www.slideshare.net Diakses tanggal 9 Desember 2024
DOC : PROMKES RSMH
Facebook
rsmh.co.id