Berita

  • Home
  • Berita Detail

Pola Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi

  • Inst. Promkes
  • 01/04/2022

Pola Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi

Narasumber :  Elsa Savitrie, SKM, M.Kes (RSMH Palembang)

 


 

 

 

Pola Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi?

Kok bisa ya? ……

Siklus menstruasi yang wajar terjadi setiap 21-35 hari sekali dengan lama perdarahan 2-7 hari. Selama siklus Anda berada di dalam rentang ini, maka itu normal.

Hormon di dalam tubuh wanita—utamanya keseimbangan hormon estrogen dan progesteron—sangat memengaruhi teratur tidaknya siklus haid ini. Karena itu, jika siklus menstruasi menjadi tidak teratur, bisa dipastikan ada gangguan pada kadar kedua hormon tersebut.

Apa saja yang dapat menjadi penyebab siklus haid tidak teratur? Tentunya ada banyak faktor. Namun, yang paling sederhana adalah pilihan gaya hidup, dalam hal ini pola makan.

Ya, hubungan pola makan dengan siklus menstruasi memang cukup erat. Pola makan yang tidak sehat akan memengaruhi status gizi seseorang, berbeda dengan seseorang yang telah menjalani pola makan yang sehat. Hal ini akan tampak pada tampilan fisik tubuh, apakah kurus, normal, atau gemuk.

Studi telah menunjukkan bahwa wanita yang cenderung kekurangan gizi akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Contohnya, pada wanita yang memiliki gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia.

Pada kedua kasus yang ekstrem ini, menstruasi tak hanya jadi tidak teratur, tapi bisa berhenti sama sekali (amenorea).

Mengapa demikian? Ini terkait dengan kurangnya jaringan lemak tubuh yang merupakan modal utama dalam pembentukan hormon estrogen dan progesteron.

Bila jumlah lemak tubuh sedikit, kadar estrogen yang dihasilkan tak cukup untuk membangun dinding rahim, yang nantinya meluruh sebagai darah menstruasi. Itu sebabnya, kala Anda diet ketat hingga berat badan turun drastis, haid bisa menjadi tidak lancar.

Siklus menstruasi juga bisa terganggu akibat pola makan yang tidak sehat. Yakni, yang membuat orang menjadi gemuk atau obesitas. Kelebihan lemak akan meningkatkan kadar hormon estrogen, yang memicu indung telur untuk berhenti melepaskan sel telur.

Efek lain dari kelebihan estrogen adalah penebalan dinding rahim. Inilah sebabnya, individu dengan berat badan berlebih rata-rata mengalami siklus menstruasi yang memanjang.

Dalam hal ini, haid menjadi jarang. Namun, kala haid terjadi, jumlah perdarahan menjadi lebih banyak, serta durasinya berlangsung lebih lama.

Pola Makan Pengaruhi Intensitas Keluhan Saat Menstruasi

Selain membuat siklus menstruasi tidak teratur, pola makan yang tidak sehat juga dapat memperberat keluhan-keluhan selama haid berlangsung.

Keluhan yang dimaksud, seperti kram perut bawah, pusing, rasa lelah atau lemas, mual, kembung, diare, hingga perubahan suasana hati.

Kini, semakin banyak bukti yang menyebutkan bahwa pola diet tertentu dapat mengurangi intensitas keluhan haid yang kerap mengganggu.

Contohnya, diet yang kaya omega-3 seperti ikan dan alpukat, diet yang kaya kalsium dan vitamin D, serta diet yang rendah lemak, garam dan kafein.

Pada kasus yang parah, kekurangan nutrisi dan gizi dapat menyebabkan siklus menstruasi terhenti atau yang dikenal sebagai amenorrhea. Kondisi ini yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih buruk.

Faktor Lain yang Pengaruhi Siklus Menstruasi

Bila kemudian datang bulan tetap tidak teratur meski pola makan Anda sehat, artinya ada hal lain yang menyebabkannya. Berikut tujuh penyebab yang tersering:

1.      Perubahan Tahap Kehidupan

Saat pubertas, khususnya di tahun-tahun awal sejak mulai haid dan di masa-masa mendekati menopause, kerap terjadi ketidakseimbangan hormon. Perubahan ini membuat siklus haid bisa memanjang atau memendek.

Jumlah darah haid yang keluar bisa sedikit-sedikit seperti flek atau sebaliknya menjadi lebih banyak dari biasanya. Namun demikian, perubahan-perubahan ini merupakan sesuatu yang normal sehingga tak perlu terlalu dicemaskan.

2.      Pemakaian Kontrasepsi

Segala macam jenis kontrasepsi hormonal, baik dalam bentuk pil, suntik, dan implan dapat mengganggu siklus haid hingga memicu perdarahan di luar siklus haid. Seperti flek yang muncul di antara dua periode haid.

Untuk alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang dikenal sebagai spiral, memang tidak mengganggu siklus datang bulan. Namun, jumlah darah yang keluar bisa menjadi lebih banyak.

3.      Olahraga Berlebihan

Olahraga yang berlebihan akan memengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Gangguan pada kadar hormon-hormon ini menyebabkan haid menjadi tidak lancar.

4.      Stres

Stres psikologis (utamanya yang berlangsung lama atau berkepanjangan) juga dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon reproduksi wanita. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

5.      Sindrom Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS)

Pada wanita yang mengalami PCOS, muncul kista-kista kecil (kantong berisi cairan) di dalam indung telur (ovarium). Kista-kista ini muncul karena sel telur tidak dilepaskan dari indung telur. Dengan kata lain, tidak terjadi ovulasi.

Selanjutnya, kemunculan kista-kista ini akan menekan kerja estrogen dan progesteron sehingga menimbulkan gangguan menstruasi.

6.      Kelainan dalam Rahim

Siklus haid juga bisa terganggu bila terjadi penyakit radang panggul (PRP) akibat infeksi kandungan atau terdapat mioma rahim.

 

Referensi

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2695160/benarkah-pola-makan-pengaruhi-siklus-menstruasi

https://www.alodokter.com/ternyata-ini-penyebab-menstruasi-tidak-lancar

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151215182129-262-98456/tujuh-makanan-dan-minuman-yang-pengaruhi-siklus-menstruasi

https://www.google.com/search?q=makanan+yang+mempengaruhi+siklus+menstruasi

DOC, PROMKES, RSMH